Selasa, 28 Juli 2009

SEKILAS

Selayang Pandang Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan (Sul-Sel) merupakan propinsi dengan penduduk terbanyak di wilayah Indonesia Timur yakni 8 juta jiwa. Dari jumlah tersebut 1,3 juta orang ada di kota Makassar, selebihnya tersebar di 23 daerah tingkat II lainya. Daerah-daerah padat penduduk antara lain Kabupaten Bone (730 ribu jiwa), Luwu (850 ribu jiwa) dan Gowa (485 ribu jiwa). Sejumlah 52 persen dari penduduk Sulawesi Selatan adalah pria, selebihnya wanita.

Sebagai ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, Makassar berpenduduk 1,3 juta jiwa; sejumlah 51 persen adalah pria, selebihnya wanita. Sebagaian besar dari kegiatan bisnis di Sulsel ada di Makassar. Dinamika perekonomian dari hari ke hari menunjukan kemajuan yang pesat. Kesibukan di Pelabuhan Udara, Pelabuhan Laut Soekarno-Hatta tiada henti: siang malam. Kawasan-kawasan bisnis seperti Panakkukang Mas, Daya kian ramai. Pusat-pusat perbelanjaan terus memenuhi kawasan kota. Ada Mari Mal, Makassar Mal, Super Mal Panakkukang Mas, Plasa Maricaya, dan pusat-pusat perdagangan seperti di kawasan Sulawesi, Sombaopu, Panakkukang, Bulu Saraung, Irian, Latimojong dan lain-lain.

Sulawesi Selatan memiliki luas wilayah 62.482,54 km persegi, atau 42 persen dari luas seluruh Pulau Sulawesi, atau 4,1 persen dari luas wilayah Indonesia. Berbatasan dengan Propinsi Sulawesi Tengah disebelah utara, sebelah barat dengan Selat Makassar, sebelah timur dengan Teluk Bone dan sebelah selatan dengan Laut Flores.

Daerah dengan empat etnis (Bugis, Makassar, Mandar, Toraja) ini merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Sebagian lainya sebagai pedagang/pengusaha dan pegawai/karyawan. Sulawesi Selatan terkenal sebagai penghasil beras, coklat dan kopi. Kabupaten Sidrap, Wajo, Bone, Pinrang merupakan daerah penghasil beras terbesar di Sulsel. Kebutuhan akan beras di sebagian Pulau Jawa, Kalimantan dan Indonesia Timur kebanyakan di suplai dari sini.

Industri berskala nasional di Sulawesi Selatan terus berproduksi tiada henti. Ada semen Tonasa, semen Bosowa, Inco dll, Indofood, Kima, Berdikari Sari Utama Flour Mills. Hampir semua bank di Indonesia memiliki kantor dan beroperasi di Sulawesi Selatan.

Toraja merupakan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Nasional yang sangat penting dan menarik di Sulawesi Selatan. Sementara Kota Makassar, selain sebagai "urat nadi" perekonomian Sulawesi Selatan, juga adalah pintu gerbang dan pusat bisnis di kawasan timur Indonesia.(Sumber: situs Profile Harian Fajar)

Kamis, 09 Juli 2009

SELANGKAH MENUJU SUKSES

ENAK SAJA....,EMANG JADI 'SUKSES' GAMPANG......!!!!
Banyak orang mengatakan untuk sukses itu gampang...,apalagi Upline.
"yang penting ikuti cara upline mu...",katanya.
Bisnis ini bisnis Duplikasi,....
duplikasi yang bagaimana...?.
"Ikuti cara orang orang yang sudah membuktikan berhasil".
Saya sudah mengikuti caranya, tapi saya gagal...
"Gagal sih sudah biasa, untuk sukses memang harus gagal dulu, kegagalan adalah awal dari kesuksesan", katanya lagi.
Akhirnya, Ia menyajikan senjata pamungkas dengan menyebutkan beberapa orang yang sudah berhasil dengan bonus besar tiap minggu, sudah beli mobil baru dengan cara kredit atau pun yang beli cash tunai.
"Masa' kamu gak bisa...?,orang lain bisa masa' kamu gak bisa", Dia mengulanginya.
Diskusi seperti diatas itulah yang sering terjadi, yang sering menjadi pikiran, yang menjadi percakapan benak kita masing-masing. Mungkin masih banyak bentuk diskusi yang lain, tapi essensi dari permasalahannya adalah sama, mengapa saya tidak bisa jadi sukses atau berhasil sesuai motivasi awal saya saat memutuskan bergabung dan menjalankan bisnis ini.
1. IMPIAN DAN SIKAP
Sudah bosan rasanya mendengar dan menyebut kata "Impian", Impian saya sudah ada sebelum saya mengenal bisnis ini, saya juga sudah menghitung berapa lama saya dapat mencapainya. Tapi memiliki impian memang penting.Perkuat impian itu menjadi lebih dekat,lebih detail, bahkan sering-seringlah menyebutnya sehingga terdengar oleh telinga. itu adalah tugas pertama.
Kalau bisnis ini adalah bisnis menjual, marketing...,menjadi wajarlah kalau kita mengetahui :
a. APA yang dijual/PRODUK termasuk kualitasnya
b. Benefit/Untungnya kalau membeli produk
c. Fasilitas lain yang didapatkan
d. Cara menjualnya
e. Mengetahui Prosedur pembelian
f. Mengetahui cara menggunakan produk
Jangan menjual kucing dalam karung, yakinkan diri anda mengetahui APA yang anda jual kemudian yakinkan orang lain yang sedang anda tawari. Sekali lagi yakinkan diri anda, karena keyakinan anda menentukan keyakinan orang untuk membeli apa yang anda jual. Pada poin ini focusnya adalah KEYAKINAN. Ini adalah tugas kedua.
2. DAFTAR NAMA DAN PRESENTASI
Buatlah daftar nama-nama orang yang akan anda tawari produk yang anda jual, buatlah RENCANA/PLANNING. Intinya, adalah anda tahu objek pasarnya, kepada siapa akan anda tawarkan. Rencana adalah langkah awal menjalankan sebuah bisnis,dengan membuat rencana tujuan akan lebih mudah untuk dicapai. Untuk itu ada sebuah pedoman untuk menjalankan sebuah bisnis,yaitu:
1.Rencana
Buatlah rencana sebaik-baiknya, buatlah target anda pribadi. Berapa lama waktu yang anda perlukan untuk mencapai tujuan anda dengan menjalankan sesuai rencana yang telah anda buat. Tuntaskan kerja menjalankan rencana anda, jangan sampai berhenti atau istirahat di tengah jalan. Karena apabila pernah berhenti akan lebih susah lagi untuk memulainya. Buatlah rencana, termasuk untuk hal-hal kecil yang anda lakukan setiap hari.
2.Operating/Pelaksanaan
Kerjakan rencana anda, jangan berhenti sebelum tuntas. Pada saat anda menjalankan bisnis anda, maka anda akan menemui banyak pengalaman yang akan semakin memperkuat pengetahuan anda terhadap bisnis ini. Jangan pernah berhenti, malu, atau takut menyampaikan bisnis anda kepada setiap orang yang anda temui. Semakin sering anda menginformasikan tentang bisnis anda kepada orang lain semakin besar dan semakin cepat kemungkinan anda berhasil. Anda mempunyai patner kerja(upline) yang dapat dijadikan tempat untuk berdiskusi dan konsultasi. Usahakan selalu menghadiri acara pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh upline anda. Dan cobalah untuk membuat pertemuan-pertemuan kecil untuk jaringan anda. Ingat.....!!!, anda lahir ke dunia sebagai yang terpilih, apabila anda pikir bisa maka anda pasti BISA...!!!!.
3.Evaluasi
Setelah anda menuntaskan rencana anda, kemungkinan anda banyak menemui tantangan-tantangan. Evaluasilah setiap apa yang anda kerjakan, hal ini akan mempermudah kerja anda selanjutnya. Evaluasi adalah belajar dari pengalaman, tujuannya adalah untuk membuat kerja anda selanjutnya menjadi lebih efektif dan efesien.
4.Re-kontruksi/Perbaikan
Buatlah perbaikan-perbaikan yang diperlukan berdasarkan evaluasi yang telah anda lakukan, pada tahap ini anda perlu berkonsultasi dengan upline aktif anda, karena upline anda pasti sudah melewati apa yang pernah anda lalui saat itu. Pada tahap ini anda sudah berada di tahap Finishing Awal. Anda sudah hampir menyentuh Gerbang Kesuksesan yang anda impikan.
Kembali membahas tentang Daftar Nama. Semakin banyak daftar nama yang anda miliki maka semakin besar kemungkinan produk anda terjual. Daftar nama ini bisa diambil dari:
-Keluarga terdekat
-Tetangga
-Teman kerja/kantor/kampus
-Teman lama
-Orang yang pernah anda kenal
-Referensi dari orang yang anda kenal
-Orang yang baru anda kenal
-Orang yang belum anda kenal yang mungkin membutuhkan produk anda
Setelah anda memiliki daftar nama, maka buatlah rencana untuk bertemu dengan mereka. Kemudian tawarkan produk anda. Tawarkan...tawarkan...jangan pernah menyerah.Pada tahap ini, lakukan presentasi, presentasi, presentasi dan presentasi. Semakin sering anda presentasi kepada orang lain maka:
1.kemungkinan orang untuk bergabung semakin besar.
2.bahkan anda semakin tahu lebih banyak tentang bisnis ini.
3.Anda akan semakin tahu menjawab setiap pertanyaan dari calon member anda.
4.Anda semakin percaya diri menyampaikan bisnis anda dan anda akan merasakan hasil yang luar biasa.
"Saya sudah menawarkan bisnis ini, tapi gagal....orang itu tidak tertarik".
"Jangankan mau gabung, tertarik aja, gak..!!!",sambil mengexpresikan muka jengkel dan kecewa.
Anda harus mencari tahu, mengapa orang yang anda sampaikan tidak tertarik. Lakukan Evaluasi......
a. Apakah caranya sudah sistematis sehingga mudah difahami
b. Apakah bahasa tubuh dan pilihan katanya sudah tepat dan meyakinkan
c. Apakah situasinya tepat.
d. Apakah jawaban-jawaban anda sudah memuaskan pertanyaan-pertanyaan calon member anda. Motivasi awalnya adalah bagaimana orang itu faham, baru kemudian eksekusi untuk gabung.
Setiap orang pasti bisa menyampaikan atau menawarkan produk, karena dia sudah mengetahui APA yang ditawarkan, sudah tahu produknya. Langsung saja,....ada beberapa petunjuk bagaimana menawarkan bisnis ini,yaitu dengan AIDA:
#ATTENSION/Perhatian
Pada saat anda mulai menawarkan bisnis ini, curi perhatiannya untuk memperhatikan anda dan apa yang akan anda sampaikan. Bisa dengan 'opening speech',"Ingin punya bisnis sampingan..?", atau "Ingin HP anda isi pulsa gratis...?","ada bisnis bagus nih,cs...!!!". Kesan pertama ini akan banyak menentukan langkah berikutnya.
#INTEREST/Ketertarikan
Setelah mereka memperhatikan apa yang anda sampaikan, kemudian cari apa yang menjadi poin ketertarikan mereka. Mungkin pulsanya, mungkin bisnisnya, mungkin sistemnya atau mungkin fasilitas yang didapatkan.....Gali terus apa yang menjadi kebutuhan atau yang menarik bagi mereka.
#DESIRE/semangat/ambisi
Setelah mereka setuju dengan apa yang anda simpulkan, tentu kesimpulan anda adalah produk/bisnis anda bagus dan layak untuk dijalankan dan yakinkan bahwa bisnis ini bisa menyelesaikan banyak masalah(ceritakan kisah orang-orang yang berhasil di bisnis anda). Karena intinya orang akan mengerjakan atau membeli produk anda jika apa yang anda tawarkan bisa menjadi jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapinya. Produk dan bisnis anda dibutuhkan......yakinkan bahwa dengan menjalankan bisnis anda maka masalah calon member anda akan selesai sesegera dan secepat mungkin.
#ACTION/eksekusi
Setelah mereka yakin bisnis ini bisa menjadi alternatif penyelesaian masalahnya, jangan tunggu lama-lama langsung tanyakan/eksekusi, "kapan mau gabung.....?,sekarang..?,besok...?. Jangan lama-lama memutuskan pilihan karena bisnis ini bisa berhasil selain karena dikerjakan tapi juga karena kecepatan dan kejelian anda menangkap peluang.LEBIH CEPAT LEBIH BAIK!!!!.
3.FOLLOW UP/TINDAK LANJUT
Betul, bahwa setelah anda mempresentasikan bisnis anda tidak dengan serta merta calon member langsung mau dan bergabung.
"Saya pasti gabung, tapi nanti ya....".
"Bagus juga bisnismu ini,nanti saya bicarakan dulu dengan orang di rumah". Dan banyak lagi alasan-alasan mereka. Untuk itu diperlukan Follow Up atau menindaklanjutinya.
Pastikan bahwa mereka akan bergabung dengan bisnis anda, tentukan secara jelas kapan waktunya.
"Sebentar sore, ya!!!"
"Besok jam sepuluh keputusanmu saya tunggu ya....".
Kemudian anda tepati janji pertemuan anda dengan calon member anda sesuai yang telah disepakati, jangan pernah mengingkari janji anda!!!!.
Waktu toleransi yang paling efektif untuk menindaklanjuti/follow up paling lama 2x24 jam. Mengingat bahwa calon member anda memiliki banyak kesibukan masing-masing.E
INGAT....!!!,80% orang lain tidak melakukan follow up..... Untuk mendapatkan hasil yang berbeda maka anda harus melakukan hal yang berbeda. Untuk merubah nasib hidup anda maka anda harus melakukan perubahan dalam hidup anda. Keberuntungan memiliki peran kecil dalam menentukan nasib hidup anda, tapi kerja keras dan kerja cerdas anda yang paling banyak menentukan nasib anda.
4.EDIFIKASI DAN KONSULTASI
Edifikasi adalah suatu sikap dan cara untuk menyampaikan suatu informasi yang isinya adalah tentang pentingnya informasi tersebut dengan tujuan agar orang lain menghargai dan memberikan perhatian terhadap apa yang akan disampaikan. Hal yang diedifikasi dapat berupa: acara, figur, literatur bacaan, suasana, informasi, dan lain-lain. Edifikasi adalah sesuatu yang penting untuk dilakukan, ini adalah cara promosi, mengiklankan sesuatu supaya orang lain menjadi tertarik dan melakukan sesuatu yang kita harapkan.
"Saya punya janji bertemu dengan seseorang yang sudah berhasil menjalankan bisnis yang bagus, beliau mau berbagi informasi tentang kiat-kiatnya, mau ikut juga mendengarkan...?,ayo..kita sama-sama ke sana".
"Ada undangan seminar tentang bagaimana cara mendapatkan penghasilan jutaan rupiah/bulan, yang bicara adalah orang yang sudah berpenghasilan lebih dari sepuluh juta/bulan, ayo...kesana...".
"Buku ini sudah banyak merubah hidup banyak orang, cobalah untuk membacanya...".
Duduk tenang memperhatikan sebuah presentasi yang sedang berlangsung,dan bertanya pada sesi pertanyaan yang telah disediakan juga sebuah edifikasi.
Sangatlah wajar apabila seseorang yang sedang mengeluh sakit gigi dan kemudian dia memeriksakan giginya ke dokter gigi. Atau seorang murid akan menanyakan tentang rumus matematika kepada guru Matematikanya, bukan kepada guru Bahasa Inggris. Seorang member akan menanyakan banyak hal kepada uplinenya dan bukan kepada orang lain. Konsultasi menjadi sangat penting pada saat anda mendapatkan masalah pada saat anda menjalankan suatu bisnis, upline anda adalah pembimbing anda, dia akan membimbing anda sehingga nantinya anda dapat mencapai sukses seperti dirinya. Lakukan apa yang disarankan oleh upline anda, karena apa yang disarankan kepada anda telah dia lakukan dan terbukti berhasil. Kalau anda ingin SUKSES belajarlah kepada orang-orang yang SUKSES...!!!. Jangan pernah berkeluh kesah kepada downline anda, tentang bisnis anda. Berkeluh kesahlah hanya kepada upline anda....
Bisnis jaringan adalah bisnis semangat, hadiri setiap pertemuan, diskusikan setiap pertanyaan yang pernah anda temui dan bagikan keberhasilan anda kepada jaringan.
5.MEMANFAATKAN ALAT BANTU
Alat bantu bisa berupa buku,kontak vcd,brosur,pertemuan dan lain-lain. Banyak buku-buku yang dapat dijadikan bahan bacaan untuk dapat menambah pengetahuan,wawasan dan dapat memotivasi diri sendiri dan orang lain. Dengan membaca kita banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan. Informasi terkini,tentang motivasi,manajemen,dan lain-lain sebagainya.Selain membaca, masih banyak member yang menyepelekan cd yang ada di staterkit,tidak pernah membukanya. Padahal di dalamnya banyak pengetahuan yang kita dapatkan apabila kita membuka dan melihatnya. Membaca buku atau artikel adalah penting tapi yang lebih penting adalah mempraktekannya,bekerja dan bekerja dan bekerja. Pada saat tertentu brosur sangat diperlukan, jangan lupa membubuhkan nama dan nomor ponsel di brosur tersebut pada saat diberikan kepada orang lain sehingga anda dapat mudah untuk dihubungi nantinya, begitu pula dengan formulir pendaftaran. Pertemuan juga merupakan alat bantu bagi member baru untuk mengundang calon prospek untuk mendengarkan presentasi secara kolektif, dan pertemuan juga merupakan alat bantu bagi member lama sebagai wadah menyemangati diri sendiri. INGAT...!!!,bisnis ini adalah bisnis SEMANGAT. Pertemuan itu berupa Business Oprtunity Seminar(BOS), Network Development Program(NDT), Succes Seminar(SS),maupun Home Sharing, Leader Meeting dan lain-lain.
Tidak akan berubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang merubahnya. Untuk merubah hidup anda, untuk mendapatkan hasil yang berbeda maka anda harus melakukan hal yang berbeda. Setiap orang berhak untuk sukses dan Anda terlahir sebagai yang terpilih. Memang susah untuk mencapai KESUKSESAN tapi LEBIH SUSAH KALAU ANDA TIDAK SUKSES. Ini adalah peluang, jangan sia-siaka waktu anda hanya dengan menimbang-nimbang dan ragu-ragu. Kecepatan anda untuk mengambil keputusan akan menentukan langkah anda berikutnya. Yakinkan, kalau anda pikir bisa pasti anda bisa, Niatkan, bahwa bisnis yang anda tawarkan bertujuan untuk membantu,beramal sholeh. Lakukan, jalankan dengan benar bisnis ini,jangan ada yang ditutup-tutupi sampaikan semuanya secara jelas dan benar. Teguhlah pada Impian anda,nasib anda tidak ditentukan oleh orang disekitar anda. SUKSES...GO FREEDOM......!!!!!

Kamis, 02 Juli 2009

Tentang Facebook


Mark Elliot Zuckerburg berbekal otak jeniusnya, sukses merancang Facebook. Inilah sukses kedua Silicon Valley, setelah Google.

Usia muda bukan halangan untuk bisa kaya dan sukses. Ini dibuktikan Mark Elliot Zuckerberg, seorang pemuda 24 tahun asal AS, yang berhasil membuat jutaan orang keranjingan Facebook, situs jejaring sosial dunia maya ciptaannya. Per 13 Januari 2009, seperti dikutip BusinessWeek, Facebook diperkirakan berhasil merengkuh pendapatan iklan US$250–300 juta. Atas prestasi itu, Mark ditahbiskan sebagai programer komputer dan pengusaha sukses penerus jejak Bill Gates. Bahkan, pada 2008, majalah Time menyebut Mark sebagai salah satu dari “100 Orang Paling Berpengaruh”. Sementara itu, Forbes mendudukkan dia di posisi ke-321 dari “400 Orang Terkaya di AS”, dengan total kekayaan US$1,5 miliar. Ia juga tercatat sebagai orang kaya termuda dengan harta kekayaan bukan warisan orang tua, melainkan hasil keringat sendiri.

Rabu (7/1) pagi waktu AS, Mark mengklaim bahwa pemilik akun di Facebook mencapai 150 juta, dengan sepertiganya berada di AS. Padahal, tiga minggu sebelumnya, mereka baru menyebut angka 140 juta. “Pertumbuhan pengguna Facebook rata-rata 450.000 per hari,” katanya. Pria berwajah bayi ini menargetkan situs buatannya bisa menarik 300 miliar hit pada akhir 2009. Menurut pantauan Alexa.com, sebuah perusahaan informasi web, per 16 Januari 2009, tingkat traffic Facebook berada di peringkat ke-5, di bawah Yahoo!, Google, YouTube, dan Windows Live. “Kami berniat menerjemahkan situs ke dalam beberapa bahasa non-Inggris. Semoga ini bisa merengkuh lebih banyak pengguna dari berbagai kelompok umur dan demografi,” imbuhnya.

Mendulang Emas
Lelaki kelahiran White Plains, New York, AS, 14 Mei 1984, ini mencintai dunia komputer sejak dini. Semasa remaja, ia gemar mengutak-atik program komputer untuk menciptakan program baru, terutama untuk permainan dan komunikasi. Bahkan, saat masih duduk di bangku SMA Phillips Exeter Academy, Mark membuat program komunikasi antarkaryawan yang bekerja di kantor ayahnya, yang membuka praktek dokter gigi di Dobbs Ferry, New York, AS. Kiprah anak pasangan Edward dan Karen Zuckerberg ini terus berlanjut dengan menciptakan program pemutar musik (music player) Synapse—sebuah program yang dapat digunakan untuk mengetahui kebiasaan para pendengar dan penikmat musik—yang menarik perhatian Microsoft dan AOL. Dua korporasi besar itu bahkan berniat merekrut Mark untuk menjadi pegawainya. Namun, Mark menolak tawaran tersebut dan memilih melanjutkan kuliah di Harvard University.
Di Harvard, bakat Mark kian terasah. Pada 2003, ia menciptakan Coursematch, sebuah situs yang memungkinkan mahasiswa memilih kelas berisi teman-teman yang diinginkan. Ia lalu menciptakan cikal bakal situs jejaring sosial bernama facemash.com. Situs ini ia ciptakan sebagai bentuk protes atas situs resmi Harvard University yang tidak mencantumkan direktori khusus untuk menampilkan foto para mahasiswa. Menurut Mark, lewat foto dan data diri dalam Facemash, mahasiswa Harvard bisa tahu siapa saja teman-teman kuliahnya. Sayangnya, usia Facemash hanya seumur jagung. Harvard meminta Mark menutupnya. Sialnya, Mark pun harus berhadapan dengan departemen pelayanan jaringan komputer Harvard, karena dianggap membobol keamanan situs resmi universitas, dan diharuskan membayar sejumlah denda.
Kasus Facemash tidak membuat Mark jera. Pada 2004, Mark kembali menciptakan program bertajuk The Rome of Augustus untuk membantu teman-temannya mengerjakan ujian akhir mata kuliah sejarah. Lewat program ini, setiap mahasiswa dapat mengirimkan informasi dan memberikan komentar satu sama lain atas setiap informasi dan gambar yang diunggah, berkaitan dengan tugas dan ujian sejarah mereka. Hasilnya, mahasiswa dapat belajar lebih cepat, praktis, dan lebih mengerti ketimbang belajar lewat buku. Berkat program ciptaannya itu, Mark dan kawan sekelasnya mendapatkan nilai A—nilai terbaik sepanjang sejarah Harvard untuk mata kuliah sejarah.
Meski sudah beberapa kali menciptakan program untuk teman-temannya di Harvard, Mark masih ingin menciptakan program baru. Di kamar asramanya, dengan bantuan teman sekamarnya, Dustin Moskovitz, Crish Hughes, dan Andrew McCollum, pada 4 Februari 2004, lahirlah Facebook, yang semula keanggotaannya dibatasi untuk siswa Harvard. Dalam waktu dua minggu, sepertiga dari siswa Harvard telah menjadi anggota tetap Facebook. Dua bulan kemudian, keanggotaannya diperluas ke wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain bergabung turut dalam kurun waktu setahun setelah peluncuran. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat elektronik suatu universitas (seperti .edu, .ac, dan sebagainya) dari seluruh dunia bergabung juga dengan situs ini. “Semula kami mendirikan Facebook hanya untuk mahasiswa Harvard. Kini, semua orang bisa bergabung. Benar-benar pertumbuhan yang cepat,” ujar Mark, pendiri sekaligus CEO Facebook.
Kini, pengguna Facebook menembus angka 150 juta di seluruh dunia. Selanjutnya, pengguna bisa bergabung dalam satu atau lebih dari 55.000 jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah tingkat atas, kampus, tempat kerja, atau wilayah geografis.
Melihat besarnya animo, Mark dan kawan-kawan memutuskan untuk hijrah ke Palo Alto, California, pada musim panas 2004. Di kota ini, mereka menyewa sebuah rumah untuk kantor Facebook. Beberapa bulan kemudian, Mark bertemu dengan Peter Andreas Thiel, kelahiran 1967, seorang hedge fund manager dan venture capitalist, yang menginvestasikan sejumlah dana pada Facebook. Akhirnya, Facebook resmi memiliki kantor sendiri di University Avenue, sebuah kota kecil di Palo Alto.
Kini, Facebook memiliki tujuh kantor dan 200-an pekerja, sebagian penduduk asli Palo Alto. Tidak hanya itu, keberadaan Facebook di Palo Alto disebut Mark sebagai “urban campus”. Menariknya, walau Mark merintis pendirian Facebook, ia tak pernah menyelesaikan kuliahnya di Harvard University. Kisah Mark ini mirip Bill Gates, pendiri Microsoft, yang juga drop out (DO) dari kampus yang sama. Sebelum mendapat gelar “DO” pun Mark sudah menganggap Bill Gates sebagai idolanya.
Mark adalah orang yang sederhana dan simpel. Dia bahkan masih terjun langsung mengurus bisnisnya. “Saya bangun pagi setiap hari, jalan kaki ke salah satu kantor yang jaraknya empat blok dari rumah. Saya bekerja, bertemu banyak orang, berdiskusi dengan mereka, dan kembali lagi ke rumah untuk tidur. Saya tidak punya alarm. Jadi, kalau ada yang membutuhkan saya, padahal saya sedang tidur, telepon saja. Selalu ada BlackBerry di samping saya,” ujar penggemar hang out dengan keluarganya saat libur musim panas ini.
Apa yang membuat orang menyukai Facebook? Papar Mark, “Sederhana. Semua orang suka berkomunikasi dengan para sahabat dan orang-orang di sekitar mereka. Kami tahu itu, dan menyediakan sarana untuk memudahkan orang saling bertukar informasi, foto, video, atau kegiatan mereka. Namun, semua hanya terwujud jika hubungan antarmereka nyata, bukan imajinasi. Ini yang membedakan Facebook dengan situs-situs sejenis lainnya.”
Ia menambahkan, tujuan Facebook adalah agar orang tidak hanya memikirkan diri sendiri, tidak pula untuk membentuk komunitas baru atau jaringan baru. “Apa yang kami lakukan adalah membuat komunikasi antarmanusia seefisien mungkin. Tak hanya mendapat informasi, tetapi juga berbagi. Oleh karena itu, kami mengembangkan komponen-komponen dalam Facebook yang benar-benar dibutuhkan pengguna,” katanya.

Bukan Jalan Mulus
Sukses Mark tidak berlangsung mulus. Ia dituding, rancangan Facebook sebenarnya tiruan. Divya Narendra, Cameron Winklevoss, dan Tyler Winklevoss, yang merupakan teman-teman sekelas Mark, mengklaim bahwa Mark mencuri ide mereka dalam membuat Facebook. Kasus ini sempat dibawa ke pengadilan yang akhirnya dimenangkan Mark. Pengadilan menilai tuduhan Divya dan kawan-kawannya tidak beralasan.
Tidak hanya itu, akibat tentangan dari penggunanya, Facebook sempat melakukan beberapa perubahan. Pertama, pada 2006, pengguna memprotes fitur “news feed” karena terlalu membeberkan banyak informasi mengenai aktivitas mereka. Ini mengakibatkan Mark harus minta maaf dan mengubah aplikasi tersebut supaya pengguna bisa lebih mengontrol informasi apa saja yang bisa dibagi. Kedua, akhir tahun lalu, Mark kembali harus meminta maaf akibat sebuah alat pelacak “Beacon” yang bisa menyebarkan informasi mengenai kebiasaan belanja mereka dan preferensi pribadi melalui aktivitas di situs lain. Akhirnya, Facebook mematikan fitur tersebut.
Facebook harus menghadapi pesaingnya, MySpace, yang sedang menghimpun kekuatan bersama Google Inc., demi memperluas ekspansinya dan menjegal Facebook. Google baru-baru ini kehilangan beberapa karyawannya yang hijrah ke Facebook. Ben Ling, misalnya, salah satu mantan teknisi top di Google, kini bergabung dengan Facebook.
Agar pengguna Facebook tak beralih ke situs jejaring sosial lain, manajemen Facebook memungkinkan pengguna memiliki kendali atas informasi dan dapat meningkatkan level informasi. “Oleh karena para penjahat dunia maya makin agresif mencari korban di situs jejaring sosial, pengguna bisa membatasi tampilan informasi,” kata Mark. Selain itu, yang membedakan Facebook dengan jejaring sosial maya lainnya adalah sistem keanggotaan tertutup serta eksklusif, dan tidak untuk kepentingan bisnis.
Lalu, mengapa Mark betah mengurusi Facebook kendati ia telah menjadi miliarder? “Saya senang mengurusi Facebook, karena bisa bekerja sama dengan orang-orang pintar dengan latar belakang, pengalaman, dan cara berpikir yang berbeda demi menciptakan kemudahan berkomunikasi,” tuturnya.

Informasi Kontak

Situs Web: