
Setelah tiba di Balikpapan......
rencananya yang mau langsung ke Sangatta gak jadi karena menurut informasi perjalanan dari Balikpapan ke Sangatta akan menghabiskan waktu kurang lebih 6 jam perjalanan, belum lagi jalanan dari Bontang ke Sangatta dalam keadaan rusak,katanya. Akhirnya diputuskan untuk mengambil waktu start,besok saja. Mengitari sedikit bagian dari Kota Balikpapan, ternyata memperkuat pengakuanku bahwa kota ini bersih dan cantik plus menarik. Bayanganku tentang sebuah kota yang panas gersang, dengan bukit-bukit yang gundul yang menjadi lahan penyedotan minyak dan pengerukan batubara serta langitnya yang dipenuhi asap hitam industri ternyata yang ada dihadapanku, menghadirkan pemandangan yang sebaliknya. Kota yang hijau,jalanan yang bersih, tekstur kota yang berbukit serta bangunan-bangunan dengan arsitek modern di hiasi jalanan yang meliuk-liuk naik turun dan berkelok-kelok menjadikan kota ini menjadi begitu elok.
Esok hari menjelang siang, kami menuju Sangatta dengan sebuah mobil baru Daihatsu Luxio. Melewati kebun karet di kanan-kiri,"inilah Bukit Suharto...,panjangnya kurang lebih 90 kilometer...",katanya. Setelah matahari mulai condong kearah barat, kamipun sampai di Samarinda. Jembatan panjang berwarna kuning yang menghubungkan dua sisi Sungai Mahakam yang begitu luas. Kemudian melewati Masjid Islamic Centre yang begitu megah,berwarna coklat muda. "lebih megah dari Masjid Al Markas yang di Makassar",kataku. Tidak lupa, kamipun singgah makan siang, nasi ditambah dengan ikan Gurame segar yang lezat dan sambalnya yang luar biasa,enuakkk.... deh!!!.
Setelah Matahari menyelinap masuk ke perut bumi dan malam mulai menghamburkan gelapnya di sekeliling kami, kami mulai melihat kerlap-kerlip lampu kota Sangatta dari kejauhan. Baru saja kami masuk di kota yang dulu adalah kerajaan tertua di negeri ini, Kerajaan Kutai. Jalanan yang rusak menghambat kecepatan mobil baru itu.
Setelah tiba di Sangatta.....
Kota industri di tengah hutan. Kota yang lumayan ramai, bahkan cukup ramai. Banyak penginapan dan hotel di kota ini. Setelah bercakap sekedarnya dan makan malam kami langsung menuju tempat pertemuan yang sudah direncanakan. Setelah menunggu beberapa saat, presentasi kami mulai, yang hadir kurang lebih ada sepuluh orang. Besok sorenya, kami diundang untuk pertemuan selanjutnya dan dihadiri oleh delapan orang. Setelah menjelaskan semua pertanyaan dan memberikan training singkat kepada mereka maka kami pulang untuk istirahat. Ke Sangatta dengan membawa hasil 23 HU untuk di posting, lumayan....
Ternyata setelah begadang selama dua malam di Sangatta membuat daya tahan tubuh saya menurun dan radang tenggorokan akut menjadi kesan perkenalan yang tak terlupakan, hingga menjadi oleh-oleh sesampainya di Balikpapan. Badanku demam dan leher tak dapat menelan, kalau menelan terasa sakit sekali....kepala pening pula.... Aku terkapar dan tidak kemana-mana selama dua hari.
Setelah kembali ke Balikpapan.....
Berjuang melawan sakit ditenggorokan dan sakit kepala yang terasa berat, memaksaku untuk membatalkan pulang sesegera mungkin ke Makassar. Setelah merasakan badan sudah bisa diajak kompromi, maka akau mencoba jalan-jalan melihat kota Balikpapan secara lebih dalam lagi. Menyusur dari kilo 6 menuju Ramayana kota lama dan masuk ke arah pelabuhan. Melihat deretan tangki minyak raksasa di pinggir pantai hingga ujung dan dibatasi oleh hutan untuk menuju Pelabuhan Laut Semayam,"dijalan yang ditengah hutan itu biasanya masih banyak monyet yang berkeliaran melewati jalan pada waktu tertentu",katanya."itu yang namanya jalan Minyak...!",tambahnya. Melanjutan laju motor Revo mengikuti jalan dan kemudian....menemukan Pantai Banua Parta, singgah mencicipi indah dan sejuknya udara pantai sambil berteduh di bawah pohon....ehhh....tak lupa juga aku mencicipi rujak yang dijajakan oleh Bapak penjual,enak....rujaknya pake tahu goreng juga. Melanjutkan perjalanan....
menyisir jalanan hingga sampai ke Klandasan, bagian kota Balikpapan Lama yang cukup ramai. Aku mencari cafe yang ada hotspotnya untuk sekalian istirahat dan makan siang, tapi aku tidak menemukan yang kucari. Ku teruskan menyusuri jalan kota dan aku mulai memasuki kota Balikpapan Baru, kubiarkan motor menetapkan arahnya menuju Bandara Sepinggan dan melewati....terus mengikuti garis pantai, "pasti ada sesuatu di ujung jalan sana...",pikirku. Melihat kawasan industri, kantor-kantor yang begitu besar dan menggunakan nama asing,...hampir semuannya. Setelah kawasan industri kulewati aku membaca sebuah spanduk besar bertuliskan "Pantai Wisata Segara Manggar", aku masuk.....sebuah pantai yang ramai, beberapa Bus besar terpakir, mobil-mobil pribadi dan motor-motor yang terparkir berderet-deret, ramai sekali oleh pengunjung. Tiba-tiba berdering ponselku dan aku balik ke rumah......
Mengendarai motor sambil mengingat-ngingat yang mana jalanan menuju pulang......