Mengulas sedikit tentang arti dari keduanya, Network Marketing banyak diartikan sebagai sebuah bisnis pemasaran jaringan, dimana penjualan produknya dilakukan dengan menitikberatkan pada kekuatan social network(istilah apalagi ini...?)atau hubungan individu dengan individu dalam suatu kelompok masyarakat. Sementara Konvensional marketing adalah penjualan produk yang lebih merujuk target pasar pada toko ke toko, agen ke agen dan lain sebagainya. Terus mengapa keduanya selalu berbenturan(dibenturkan..)satu dengan lainnya. Masalahnya ada apa persepsi personal yang menjalankannya, mari kita mencoba membahas mengenai persepsi persepsi itu.
Konvensional Marketing:
- Status 'pasti':pasti dapat gaji tiap bulan, pasti perusahaannya, pasti kariernya.
- Lebih terhormat: pakaian rapi, sepatu mengkilap, meeting di ibukota, bawa tas kerja, dll
- Ada target Bulanan (bahkan ada yang harian...)
- Ada produk secara fisik, sehingga jelas mau jual apa..?
- Ada sistem kerja jelas, kalau tidak jelas bisa minta penjelasan dari superiornya atau Bosnya.
- Kalau kemudian tidak diminta-minta re-sign bisa mendapatkan Surat Pengalaman Kerja.
- Lebih di dukung oleh orang disekitar kita(keluarga, tetangga, teman atau calon mertua...)
Network Marketing:
- Status tidak pasti: Gajinya tidak pasti( turun naik nominalnya), perusahaan tidak jelas(Bosnya tidak pernah datang ke rumah), karier....?????.
- Bukan bisnis bergengsi (pakaian semaunya, pergi kerja kapan saja, dimana saja, kantornya tidak jelas)
- Bisnis menipu.....(tidak kerja dapat duit, passive income!!!!)
- Bisnis trendy...(kalau sudah tidak tren ya hilang...)
- Produknya mahal
- Bisnis haram
- Bisnis orang pinggiran
- Bisnisnya orang malas(bisnisnya orang putus asa tidak diterima lamaran kerjanya...)